“Untuk apa kamu menemuiku?” Nirmala dengan getar tubuhnya yang menjalar pada ketakutan karena kehadiran Rosmalina di kamarnya. Geletar-geletar jemarinya membuatnya merasa tak bisa bergerak dengan muadah. Rosmalina terus menatapnya dengan tajam. “Aku akan membuat perhitungan denganmu.” “Tolong lepaskan aku, sakit.” Rosmalina yang terus membuat tubuhn Nirmala tak bisa bergerak. Terhimpit dinding dan juga tubuh Rosmalina yang teramat kuat. Namun tak lama Rosmalina seakan mendengar langkah kaki yang akan memasuki kamar Nirmala. Sejurus, Rosmalina segera bersembunyi di kamar mandi yang letaknya lima langkah dari tempatnya berdiri saat itu. dan ternyata dugaan Rosmalina sangatlah cepat, Hendra telah memasuki kamar Nirmala. “Apa kamu sudah siap?” “Be-lum, Mas.” “Ayo cepat, Asila badannya

