“Mbak Nirmala, temani aku tidur.”Ucapan itu membuat Nirmala berbalik badan dan menatap Asila. Sesegara mungkin langkah kakinya mengarah ke tempat tidur Asila. Mencoba kembali menidurkan anak asuhnya itu. Sedangkan Rafi hanya berdiri dengan tatapan yang tak lepas pada Nirmala. Nirmala mencoba mengalihkan tatapan matanya. mencoba dengan tenang menanggapi apa yang dikatakan Rafi padanya. Setelah mengatakan isi hatinya. Rafi mulai gugup. Dia pun segera pergi dari kamar Asila. Entah Nirmala memiliki rasa yang sama atau tidak dengannya. Namun Rafi sudah menyatakan isi hatinya. Dia tak tahu sejak kapan rasa itu bersemayam dalam hatinya, yang jelas hati tak bisa berbohon jika rasa cinta itu menggebu dan terasa ingin memili orang yang dicintainya. Rafi segera pulang. tak cukup keberanian untuk t

