Kian hari kondisi Asila semakin membik. Nirmala yang selalu siap siaga menjaganya dua puluh empat jam. Di samping Asila untuk membantu percepatan pemulihannya. Dokter yang mengecek kondisi Asila tersenyum lebar. Dokter sudah memperbolehkan Asila untuk pulang ke rumah. Asila sangat bahagia. Dia sudah merindukan kamarnya. Selain itu dirinya juga ingin kembali bersekolah, meski dirinya merasa sekolah barunya tak senyaman sekolah lamanya. Namun Asila tetap saja rindu pada sebuah dunia yang membuatnya belajar mengerti sebuah pelajaran. Asila penuh senyum. Dirinya memperhatikan terus Nirmala yang mengemasi bajunya. Kali ini oma, opa dan juga papanya pun turut serta menjemput. Semua berhias senyum dengan kabar bahwa Asila akan segera pulang. Tak lama kemudian. Rafi yang baru mengetahui jika As

