Asila yang mendengar penjelasan dari Mahendra. Dirinya pun tak banyak untuk bertanya tentang sosok mamanya. Dia sedikit memahami bahwa mama dan papanya seperti vas bunga yang pecah dan tidak bisa digunakan untuk tempat apa pun. Asila berusaha mengambil pecahan vas bunga yang bercecer di lantai. Namun tangannya terluka dan berdarah. Seketika Hendra pun sangat panik. Bahkan dirinya akan membawa Asila ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan dokter. Namun Nirma tak diam saja. Melihat jari Asila yang penuh darah. Dirinya segera mengambil kotak P3K, dia akan segera mengobati anak asuhnya itu. awalnya Hendra menolak, karena dirinya tak mau bila luka anaknya tak lekas sembuh. Namun Asila meminta pada Nirmala untuk segera mengobati lukanya. Dengan telaten dan penuh perhatian. Nirmala membal

