Terik matahari pagi ini menganggu tidur pulas Arslan. Perlahan dia mengerjapkan mata mencari kesadaran sepenuhnya. Arslan tiba-tiba tersenyum setelah mengingat apa yang telah dia lakukan bersama Ellen. Tapi, tunggu Ellen? Dia berbalik dan melihat sebelahnya kosong. Arslan berjingkat bangun dan segera mengenakan celananya. Dia tergesa keluar kamar. "Ellen....", teriaknya. Nafasnya terhembus lega setelah menemukan Ellen duduk tenang di meja makan. Wanita itu tengah menikmati sarapan. "Jangan berteriak di pagi hari, aku tak suka.", sapa Ellen pada Arslan. Arslan bergerak maju dan dengan cepat memeluk Ellen dari belakang. Tidak peduli satu suapan gagal dimasukkan Ellen ke dalam mulutnya. "Aku takut tadi malam hanya mimpi. Syukurlah kau disini.", ungkap Arslan. Arslan menumpukan dagun

