PART 28

895 Kata

Benar. Kejutan besar, tapi kini Arslan mulai bisa memandang Ayah Ellen dengan sikap lebih tenang. Dia coba mengontrol diri dengan baik. Harga dirinya tidak boleh turun. "Apa aku harus malu atau justru tenang? Kau bahkan sudah tahu ceritaku, Sir.", ucap Arslan. "Hahaaa... kubilang aku bukan orang desa sembarangan. Aku punya anak yang sangat cantik dan ternyata sudah lama kau kagumi. Lucu sekali.", tawa Ayah Ellen menggelegar. "Terimakasih, Sir. Jangan menertawaiku lebih dari ini, aku janji tidak membahas wanita bule di depan Ellen.", Arslan mengancam dengan candaan mereka beberapa waktu lalu. Ellen sudah mematung sejak tadi. Percakapan apa ini? Dia bahkan belum memulai apapun tapi dua lelaki di depannya sudah membahas hal aneh yang tidak dia fahami. Oh tunggu, mereka sangat

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN