PART 23

774 Kata

Ellen memasuki kedai starbucks dengan beberapa berkas di tangannya. Hari ini hampir gelap dan tiba-tiba tenggorokannya butuh disegarkan. Dia mengantri dan saat tiba gilirannya untuk memesan, sebuah panggilan di ponsel mengganggu dirinya. Satu tangan sibuk merogoh benda kotak itu dari tas sementara berkas di tangan yang lain hampir berhamburan. Beruntung seseorang dengan cekatan menahannya dengan dua tangan. "Ars......", spontan Ellen berucap. Arslan bersikap datar dan memberi gerakan kepala seperti isyarat 'lanjutkan teleponmu dan segeralah memesan', lalu berkas di tangan Ellen sudah berpindah tangan dibawa Arslan ke sebuah meja di dekat jendela. Tak berapa lama Ellen menyusul dan membawa dua cup minuman. "Es kopi. Aku tidak yakin kau menyukainya tapi kau harus meminum karen

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN