Seminggu setelah kejadian kemarin, Arslan memberanikan diri untuk menemui Ellen. Sebenarnya masih ada ketakutan meski di akhir percakapan mereka memutuskan untuk damai. Beberapa hari ini komunikasi mereka berjalan lancar walaupun hanya lewat ponsel. Ellen meminta waktu untuk fokus pada pekerjaan yang sempat Arslan sabotase, menurutnya. Malam ini Arslan tahu Ellen memiliki kerja overtime mengingat akhir bulan sudah tiba. Sebelumnya dia hanya bertanya posisi Ellen tanpa bilang akan datang. Arslan menerobos masuk tanpa penghalang, pintu ruangan Ellen ternyata tengah terbuka. Seseorang barusaja keluar darisana. "Excuse me, Mam. Saya mau mengantar pesanan.", Arslan mengangkat kantong plastik bergambar eskrim di luarnya. Dia bersandar di pinggiran pintu dengan pakaian casual. Sebe

