ORANG INI, ASTAGA!

901 Kata
"Kamu maju ke depan!" ucap Kaisar dengan perintahnya dan menunjuk ke arah Larissa setelah membuka pintu mobil pada bagian penumpang belakang. "Kenapa saya harus pindah ke depan?" balas Larissa dengan keheranan dan menatap aneh ke arah Kaisar. "Saya bukan supir kalian ya! Jadi kamu maju duduk di depan," ucap Kaisar dengan ngotot. "Kenapa nggak Dandi aja sih, Pak? Kan lebih enak kalau Bapak di depan sama Dandi," ucap Larissa memberikan penolakan atas perintah diktator dari Kaisar. "Teman kamu kan baru terluka gitu. Dia mau kamu suruh pindah-pindah tempat padahal keadaannya baru gitu?" ucap Kaisar dengan menatap tajam wanita yang sangat pandai bersilat lidah dengannya tersebut. "Hish, Iya iya saya pindah ke depan buat nemenin Bapak. Puas? Heran banget ada orang nyebelin kayak gini bahkan dengan orang yang belum dikenal pula," ucap Larissa dengan mendengus dan langsung keluar dari kursi penumpang belakang untuk pindah ke kursi penumpang yang berada di samping tempat duduk pengemudi. Ia tidak segan-segan mendorong tubuh Kaisar sedikit mundur agar tidak menghalangi pintu mobilnya. Dandi yang menyaksikan interaksi diantara kedua orang yang terlihat seperti gencatan senjata tersebut hanya bisa pasrah saja. Yang penting ia masih mempertahankan image baiknya dihadapan Kaisar. Persetan dengan Larissa yang mengajak ribut CEO dari PT Indra Cipta Abadi tersebut. Ia tidak mau ikut campur dengan urusan mereka berdua. "Sabuk pengaman kamu, Jangan lupa dipakai!" ucap Kaisar dengan datar sembari melirik ke arah Larissa. "Ini juga baru saya pakai, Pak! Jadi orang kenapa nggak sabaran banget sih!" ucap Larissa dengan sewot. "Hmm, Terserah kamu saja maunya gimana," jawab Kaisar memilih menyetujui perkataan wanita di sampingnya tersebut saja agar tidak timbul cekcok lanjutan diantara keduanya, "Oh iya sama akan membawa kamu ke Rumah Sakit Parta Jati Medika ya. Kalian hubungi kantor dahulu kalau berangkat terlambat hari ini karena kecelakaan saja agar tidak diitung bolos absen dengan pihak perusahaan kalian". "E-eh saya baik-baik saja kok, Pak. Ini hanya luka biasa aja. Hanya diobati dengan betadine saja bisa," ucap Dandi dengan cepat melakukan penolakan atas tawaran yang diberikan oleh Kaisar. "Tidak ada penolakan untuk ajakan saya ini. Kalian berdua harus di check secara menyeluruh karena tadi saat kecelakaan sempat terpental dari motor. Siapa yang tahu kalau ada luka di bagian dalam tubuh kalian berdua," ucap Kaisar dengan tegas. "Ya udah sih, Dan. Kalau kita nolak juga percuma. Kita ngikut kata Bapak ini aja. Aku izin dulu ke Bu Indira buat kita berdua ya," ucap Larissa dengan pasrah sembari mengeluarkan handphone nya dari dalam tasnya. "Okelah. Jangan lupa bukti foto kalau kita jadi korban kecelakaan, Ssa. Ntar dikira Bu Indira kita cuma cari-cari alasan doang karena berangkat telat lagi," ucap Dandi dengan menyandarkan tubuhnya pada jok kursi penumpang, "Terimakasih, Pak!" "Kalian berdua memangnya kerja dimana?" tanya Kaisar dengan datar. "PT Arta Citra Pusaka, Pak" jawab Dandi dengan lirih. "Kalian karyawan di PT Arta Citra Pusaka? Kebetulan sekali saya rencananya nanti jam sembilan akan menghadiri presentasi pengajuan tender proyek perusahaan kami dari pihak kalian," ucap Kaisar dengan mengusap-usap dagunya dan mengetukkan jarinya pada setir kemudi mobilnya. "Iya, Pak. Kami juga sudah mengetahui tentang kabar tersebut dan kami mengerjakan bagian rincian dana proyek tersebut. Tapi kami mohon untuk kejadian kecelakaan ini jangan dijadikan nilai minus untuk perusahaan kami ya, Pak" ucap Dandi dengan gelisah dan terlihat khawatir. "Kalian tenang saja. Saya akan menilai dengan obyektif presentasi pengajuan tender kalian dengan profesional. Kecelakaan hari ini akan masuk pada permasalahan pribadi kita," ucap Kaisar dengan bijaksana dan serius. "Baik, Pak. Terimakasih atas bantuannya dan mohon maaf karena kecelakaan di pagi hari ini jadi mengacaukan jadwal Bapak," ucap Dandi dengan sungkan. Sedangkan Larissa masih sibuk berkutat dengan handphone yang berada di tangannya. Dandi paham bahwa untuk meminta izin kepada kepala departemennya akan sangat alot apalagi ini sangatlah dadakan. Setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih lima puluh menit, akhirnya mereka bertiga sampai juga pada halaman Rumah Sakit Parta Jati Medika. "Kamu beneran nggak mau diperiksa sekalian? Siapa tahu ternyata ada luka dalam yang nggak keliatan," ucap Kaisar yang duduk di samping Larissa pada ruang tunggu. Sedangkan Dandi sudah masuk ke ruang IGD. "Nggak, Pak. Saya merasa nggak ada sakit apapun pada tubuh saya. Lagian tadi saya juga nggak langsung jatuh ke aspal kok. Jadi masih aman. Cuma agak shock aja sedikit," jawab Larissa dengan santai dan menatap spanduk yang berisikan fasilitas-fasilitas yang dimiliki oleh Rumah Sakit Parta Jati Medika. "Kamu wanita yang sama saat di Butik Almira waktu itu kan?" tanya Kaisar dengan menyandarkan tubuhnya pada kursi yang ia duduki. "Oh iya. Saya kira Bapak lupa ingatan," ucap Larissa dengan malas. "Tadinya saya lupa karena kamu yang seperti ini. Saat waktu itu kamu sangatlah penurut. Jadi saya masih mencari-cari dalam pikiran saya kamu itu siapa," ucap Kaisar dengan melirik ke arah Larissa. "Wah berarti di hidup Bapak ada banyak sekali wanita dong. Apa mereka teman "main" Bapak?" ucap Larissa sembari menatap ke arah Kaisar. "Saya nggak b***t seperti yang ada di pikiran kamu!" ucap Kaisar mengelak dan protes dengan perkataan Larissa. "Terus kenapa tadi bicara seolah-olah saya seperti salah satu sugar baby, Bapak. Kan orang-orang di sekitar kita tadi jadi pada salah paham. Kalau Bapak belum pernah melakukannya pasti nggak bakalan ada kata-kata itu keluar dari mulut Bapak," ucap Larissa dengan mendengus. "Oke, saya minta maaf kepada kamu soal tadi. Karena selama ini banyak wanita yang mengaku-ngaku mengenali saya hanya untuk mengambil keuntungan dari saya. Jadi saya pikir kamu termasuk salah satu dari mereka. Makanya saya bersikap waspada," ucap Kaisar memberikan penjelasan kepada Larissa tentang sikapnya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN