Chapter 19 - Akhir Cerita Kita

1984 Kata

Nadia Hari Rabu menyapaku, aku memulai aktifitasku setelah satu minggu aku ‘terpaksa cuti’ karena ide gila dari Dikta. Ya aku hanya bisa pasrah menuruti kemauanya, ini demi anakku bukan siapa-siapa. Beberapa hari setelah Revan kembali dari Singapur, ia berubah. berubah menjadi Revan-ku yang dulu. Revan yang hangat, Revan yang manja, Revan yang kekanakan. Bukan Revan yang mengabaikanku selama berbulan-bulan. Aku sejenak melupakan tentang foto itu. oke aku mungkin sekarang akan mencoba berusaha melupakan tentang foto itu dan juga tentang sebuah nomor aneh yang selalu mengatakan aku harus melepaskan Revan. Tunggu melepaskan Revan? Tidak... aku tak akan mungkin kembali melepaskan pria yang aku cintai lagi. Aku sudah cukup kehilangan papa aku sudah cukup kehilangan Dikta sekarang aku juga har

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN