Chapter 15 - Kado Ulang Tahun

2528 Kata

Revan               Alarm ponselku berdering sangat kencang, terlihat sebuah reminder terterah di ponselku. Tanggal dua puluh satu Sepetember kan? Berarti, hari ini hari ulang tahun Nadia kan? Betapa bodohnya aku aku belum mempersiapkan sebuah kado untuknya. aku terlalu sibuk mengurusi Raina si wanita gila itu dari pada istriku sendiri. Dimana akal sehatmu, Revan Agustaf Putra Dharmawan?               Kulirik Nadia yang sedang tertidur pulas sembari memelukku erat. Wajahnya begitu cantik, polos dan tak berdosa. Sama seperti aku melihatnya saat malam pertama pernikahan kami. Kedua matanya tertutup dan bibir tipisnya terkatup membuat hatiku begitu bergetar saat melihatnya. Ya Tuhan kenapa engkau ciptakan wanita bak malaikat ini? Kenapa?. Aku merasa sangat bodoh sekarang aku terjebak dalam

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN