Ketukan pintu mengganggu istirahat Fea yang kelelahan. “Siapa sih tengah malam begini bertamu.” Keluhnya seraya melangkahkan kakinya menuruni tangga. Menuju sumber suara ketukan itu berasal. “Astaga mama? Ngapain ma kesini malam malam begini?” “Persilakan mama masuk dulu Fea.” “Oh ya. Silakan duduk ma, mama mau teh atau kopi?” “Teh saja. Dr. Arthur sudah tidur ya?” “Nggak tau, dia belum pulang.” “Ha? Kamu ini gimana sih Fea. Kamu kan istrinya. Tanyain kenapa belum pulang dong. Benar-benar ya anak ini.” Fea tersenyum nyengir dan mempercepat langkahnya menuju dapur. Terlalu malas untuk mendengarkan kalimat-kalimat memuakkan mengenai rumah tangganya. Hanya perlu lima menit untuk membuatkan teh mamanya. Tapi perlu lebih lama lagi untuk mempersiapkan amunisi bagi pertanyaan-pertanyaan ya

