
Pernikahan yang satu tahun lebih dijalani Shafea bersama Dr. Arthur, sama sekali belum menunjukkan adanya keharmonisan. Shafea membutuhkan pernikahan demi memberikan cucu untuk ayahnya yang sakit keras. Dr. Arthur sudah sangat muak dengan desakan sang ayah untuk segera menikah. Sebenarnya saat itu Shafea sudah mempunyai pacar bernama Nevan. Sikap idealis Nevan untuk mewujudkan karir impian membuatnya tidak bersedia menikah lebih awal.
Nevan merelakan kekasihnya menikah dengan orang lain meskipun dirinya juga harus menderita rasa sakit yang hebat. Baik Shafea maupun Dr. Arthur belum menyadari atas pernikahan yang telah berjalan. Shafea masih sangat mengharapkan Nevan untuk menjadi suaminya. Kehidupan rumah tangga Shafea dan Dr. Arthur mengambang tanpa pondasi.
Suatu ketika Shafea dan Nevan bertemu lagi. Pertemuan itu menjadi titik penghabisan tertuntaskannya rasa rindu yang berbuntut panjang dan meresahkan keluarga, terutama Ibu Renata mamanya Shafea. Ibu Renata mendesak Dr. Arthur supaya tegas menghadapi Shafea. Alih-alih memberi ketegasan kepada Fea, justru Dr. Arthur malah mencari pelarian sebagai antisipasi. Perjumpaan dengan Iora menjadi jalan keluar yang dikiranya adalah solusi. Lalu apakah solusi itu benar menyelesaikan masalah?

