“Kean, tunggu!” panggil Indra. Setengah berlari menjajari langkah Kean yang sudah menjauh darinya. “Ayo, kuantar pulang!” ajaknya setengah memerintah, menggandeng tangan wanita itu tanpa izin. Seolah-olah Kean sudah resmi menjadi miliknya Setelah terpaku cukup lama karena sifat ketus dan kata-kata Kean yang membuat hatinya berdarah. Indra memutuskan untuk mengejar gadis itu dan memaksanya untuk membuka hati. Melakukan apa saja agar Kean selalu berada di dekatnya, meskipun nanti hatinya selalu berdarah karena pembalasan dendam wanita itu. Penyesalan akan semua keburukan yang pernah ia lakukan dulu, membuat Indra rela menerima apa saja perlakuan Kean padanya. “Inikah yang diajarkan mamamu? Bersikap kurang ajar dengan perempuan?” tanya Kean murka, “Aku belum resmi menjadi istrimu, bahkan

