Pertemuan Dengan Felix

2172 Kata

Widya keluar dari restoran dengan wajah merah padam menahan marah sekaligus malu atas penolakan yang diberikan oleh Pak Felix. Langkah besarnya bergegas menuju mobil Porsche macan berwarna silver yang ada di parkiran. Wanita paruh baya itu membuka pintu mobil dengan kasar, melesakkan tubuhnya di belakang kemudi, kemudian menutup pintunya dengan kasar. “b******k, b******k, b******k, b******k, brengseeeek!” teriak Widya sembari memukul-mukul setir mobil, kemudian mendekapnya dengan ekspresi lelah. “Apa susahnya sih kerja sama? Apa susahnya menghapus nama anak setan itu atau membuat surat wasiat baru? Tiga puluh persen dari total kekayaan Adinata masih berani ditolak? Dasar pengacara gila!” rutuk Widya. Mengembuskan napas kesal, sambil membentur-benturkan kepalanya di kemudi mobil. Baru

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN