Tawaran Widya

2105 Kata

Tidak ada yang lebih menyakitkan daripada pengkhianatan yang dilakukan oleh orang tedekat, dan tidak ada yang lebih mengerikan daripada kebohongan yang diucapkan oleh orang yang amat dipercaya. Dua hal yang selalu menghantui Kean sejak kecil, hingga dewasa. Kini perasaan yang sama memenuhi hati gadis itu lagi, saat memasuki ruangan Bu Marni yang tenang, atau lebih tepatnya sunyi. Tidak ada sedikit pun suara, walau cuma desir angin yang berembus, ataupun helaan napas mereka berdua. Hanya degup jantung Kean yang berpacu cepat. Duduk berhadapan dan hanya dibatasi sebuah meja kerja, Kean memandang wajah wanita paruh baya itu lekat-lekat. Berusaha mencari kembali kejujuran serta sikap amanah yang selama ini beliau ajarkan pada seluruh penghuni panti, termasuk dirinya. Namun, satu demi sat

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN