"Perempuan busuk itu menemui Bu Marni? Kamu tau apa yang mereka bicarakan? Apa mereka menyebut namaku?" tanya Kean pada seorang perempuan seusianya. Mereka berdiri berdampingan memandang danau buatan yang berada di tengah kota. Bercerita tentang kedatangan Widya dan Bu Marni di kafe tempat wanita muda itu bekerja. "Aku hanya mendengar sekilas, tetapi aku cukup yakin kalau mereka membahas tentang dirimu," Sahut gadis itu. Maju selangkah, mendekati pinggiran danau. Setelah kepulangan Bu Marni dan Widya, gadis muda itu segera menghubungi Kean. Menyampaikan berita yang menurutnya harus diketahui oleh sahabat masa kecilnya saat di panti asuhan dulu. Sahabat yang menjadi anak kesayangan Bu Marni. Karena kehadirannya, mereka tidak lagi pernah kelaparan. Kehadiran Kean telah mengundang seorang

