“Syarat apa yang Kean ajukan, sehingga dia setuju untuk menikah denganmu? Dia tidak minta ibu kandungnya kembali, kan?” cecar Widya, tepat di saat Indra baru saja keluar dari mobil. Baru saja laki-laki itu menginjakkan kaki di garasi rumahnya, setelah mengantar Kean pulang ke panti asuhan, tetapi sudah disambut oleh Widya dengan berbagai pertanyaan. Dirinya hanya dapat mengulas senyum sembari menggaruk kepala yang tidak gatal. Mencari jawaban yang tepat untuk dijadikan alasan agar ibunya tidak bertanya tentang syarat yang diajukan Kean. “Kita berdua tau, siapa ibu kandung Kean. Bahkan dari dulu, kamu juga tau kalau Mama rela membuangnya dan Erin demi membesarkanmu. Jawab pertanyaan Mama dengan jujur dan jangan ada kebohongan apa pun!” Widya masih berdiri tegak di hadapan Indra. Menuntut

