"Mamaaa ...!" Teriakan Indra yang berlari masuk ke dalam pelukan Widya, mendapat balasan ciuman di pipi kiri dan kanan. Anak laki-laki itu semringah, melihat kedua orang tuanya keluar dari mobil dengan menenteng banyak makanan dan mainan untuknya. Sementara dari dalam mobil, Kean dan erin memandang rumah besar bagai istana di depannya dengan perasaan takjub. Namun, rasa takjub itu berganti pedih dan marah saat melihat bagaimana Widya memperlakukan anak kecil di depannya. “Anak kesayangan Mama sudah selesai belum ngerjain tugasnya? Kalau sudah selesai, Mama ada hadiah untuk kamu,” ucap Widya membelai pucuk kepala Indra, di bawah tatap sedih Erin. Wanita itu melupakan kedua anak kandungnya yang melihat kejadian tersebut dari dalam mobil, dengan perasaan iri. Dua orang anak perempuan yan

