Kean menatap lekat uang pemberian dari Widya kemudian beralih pada Erin yang sedang menyantap makanannya dengan lahap. Setelah pertemuan dengan Widya kemarin, ada peperangan batin yang berkecamuk di dalam hati gadis kecil itu. Bertanya-tanya sendiri, apakah ia keliru menerima uang dari Widya dan membiarkannya membuang mereka ke jalanan? Pantaskah uang pemberian wanita itu ia ambil untuk menghidupi Erin, tetapi akhirnya menjauhkan adiknya dari kasih sayang sang mama? Kean sangat mengerti, Erin masih terlalu kecil, dan tidak mengetahui apa yang terjadi. Namun, haruskah menjadi korban keserakahan mamanya, dan juga menjadi tameng keegoisan dirinya yang telah membenci Widya? Haruskah demi lembaran merah di tangannya, melepaskan wanita yang seharusnya bertanggung jawab pada hidup mereka? Mel

