Tidak ada adegan romantis di antara mereka. Baik Haidar maupun Azzura sama-sama merasa canggung meski berhasil berbincang hangat. Usai puas berduaan, mereka pun berbaur dengan sanak saudara, menikmati kebersamaan yang jarang terjadi. Matahari bersinar begitu cerah. Hari sudah siang, azan Zuhur pun terdengar dari surau yang jaraknya tidak jauh dari rumah Haidar. Semua sanak saudara dan para tetangga sudah berpamitan untuk pulang kembali ke rumahnya masing-masing. Papa dan ibu tiri Azzura pun ikut berpamitan, mereka memeluk anak dan menantunya. "Papa pamit, ya, Yuan. Sampai ketemu nanti di Jakarta." "Iya, Pa. Terima kasih." "Tante juga pamit, ya, Yuan. Jarak rumah Haidar dan kami dekat. Sering-sering main," tutur Susan memeluk dan membelai lembut rambut Azzura yang tertutup hijab. "I

