"Terima kasih banyak, Pak, atas pengertiannya," ucap Haidar pada seorang bapak paruh baya berjanggut. Bapak tersebut adalah ketua RT di blok di mana Haidar tinggal. "Iya, Pak Haidar, sama-sama. Kalau perlu apa-apa, jangan sungkan kemari." "Baik, Pak Abu. Sekali lagi, saya ucapkan terima kasih. Mari, Pak, saya pamit dulu." Haidar mendatangi rumah Pak RT untuk melapor tentang keberadaan Azzura di rumahnya agar tidak ada kesalahpahaman dari para tetangga. Setelah urusannya selesai, ia pun bergegas kembali ke rumahnya. Kebetulan, rumah Pak RT terletak di sebelah rumahnya. Malam semakin larut. Namun, Azzura masih belum siuman. Haidar sudah mencoba memberikan kayu putih dan parfum untuk merangsang indera penciuman Azzura agar dapat siuman, tapi usahanya sia-sia. Haidar memutuskan untuk memb

