“Tumben kamu datang kesini. Aku kira kamu sudah lupa sama sahabat kamu ini,” sindir Sam sambil mendudukkan tubuhnya di sofa yang berada di ruangannya. Hari ini, Rain sengaja mengunjungi rumah sakit tempat Sam bekerja. Tapi, rumah sakit itu adalah milik keluarga Sam. Semenjak masuk ke dalam ruangan Sam, Rain tak henti-hentinya tersenyum. Tentu saja itu membuat Sam merasa curiga. Apa Rain sudah mulai gila? “Apa ada kabar yang menggembirakan, hingga sejak tadi kamu terus tersenyum seperti itu?” Rain menganggukkan kepalanya. “Coba kamu tebak.” Sam bahkan bisa dengan mudah menebak isi hati sahabatnya itu. Setelah satu tahun melihat Rain yang begitu terpuruk setelah kepergian Aira. Kini ia bisa melihat kembali sahabatnya itu tersenyum dengan begitu lepasnya. “Pasti itu ada hubungannya d

