Cerita masa lalu

1229 Kata

Rain dan Aira tertawa saat mereka keluar dari restoran itu. Apalagi saat mereka teringat akan wajah Tania yang merah padam menahan amarah. Rain mengusap puncak kepala Aira. “Om nggak tau kamu seberani itu, Sayang,” pujinya. “Aku juga nggak selemah itu juga kali, Om. Siapapun yang berani mengganggu Om, maka dia akan berhadapan denganku!” Rain tersenyum. “Satu tahun nggak ketemu, kenapa kamu berubah menjadi barbar gini, Sayang?” Aira mengerucutkan bibirnya. “Itu karena aku nggak mau sampai ada yang merebut Om Rain dariku.” Rain menarik tangan Aira hingga langkah Aira terhenti. Ia lalu mendekap erat tubuh gadis yang sudah membuatnya kembali merasakan jatuh cinta yang sesungguhnya. “Nggak akan ada yang mengambil Om dari kamu, Sayang. Om akan menjadi milikmu untuk selamanya.” Aira membal

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN