Rain membuka kedua matanya, tapi ia tidak lagi mendapati Aira ada di sampingnya. Padahal ia ingat betul, jika semalam Aira tidur dalam pelukannya. Rain menatap jam di dinding kamarnya, ternyata waktu sudah menunjukkan pukul 08.00. “Ah... ternyata aku bangun kesiangan. Padahal aku kemarin sudah berjanji pada Aira akan mengajaknya jalan.” Rain beranjak dari ranjang, ia lalu keluar dari kamar dan menuju kamarnya untuk membersihkan dirinya. Sedangkan Aira, kini tengah berada di dapur bersama dengan wanita paruh baya yang selama ini merawat dan menjaga rumah itu. “Bibi sudah lama kerja sama Om Rain?” tanya Aira sambil membantu wanita paruh baya itu mengaduk sayur yang belum matang. “Sudah, Non. Sejak Tuan Muda masih muda dulu.” Aira hanya menganggukkan kepalanya. “Jadi, Bibi juga tau Ta

