Menahan diri

1408 Kata

Aira terkejut saat Rain membawanya menuju kamar yang ia tempati selama tinggal di rumah itu. Rain merebahkan tubuh Aira ke atas ranjang. Bahkan pakaian Aira masih terbuka bagian belakangnya, akibat ulah tangan jahil Rain. “Om....” Aira menelan ludah, saat tangan Rain mengusap pipinya dan menjalar turun ke leher jenjangnya. Ia sekuat tenaga untuk menahan lenguhannya. Rain tersenyum, ia tahu jika Aira saat ini tengah menahan diri. Tapi saat ini wajah Aira terlihat sangat menggemaskan untuknya. “Sayang, tadi kamu belum menjawab pertanyaan Om. Apa kamu juga mencintai Om? Apa cinta itu masih ada buat Om?” Aira tidak mau membohongi dirinya lagi. Ia tidak akan menyia-nyiakan kesempatan yang ia tunggu selama ini. “I love you too, Om. Aku sangat mencintai, Om.” ucapnya dengan senyuman di waj

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN