“Sayang. Apa Om boleh bertanya sesuatu sama kamu?” Aira menganggukkan kepalanya. “Em... apa ada pria yang kamu sukai saat ini?” Aira mengernyitkan dahinya, ia lalu menelan dengan susah payah makanan yang ada di dalam mulutnya. “Maksud, Om? Kenapa Om tiba-tiba menanyakan itu?” “Bukan apa-apa. Om hanya ingin tau aja, kamu cukup hanya menjawab pertanyaan Om.” “Jika Om bertanya hanya karena Om takut aku akan melarang Om untuk berhubungan dengan wanita lain. Om tenang aja. Mulai sekarang, aku nggak akan pernah melarang Om untuk mencari pengganti mendiang Tante Karin.” Aira lalu menundukkan wajahnya. “Aku minta maaf, kalau selama ini aku sudah egois dan nggak bisa mengerti perasaan Om. Om juga berhak untuk bahagia.” Bukan itu jawaban yang diinginkan Rain. Kenapa aku merasa sakit ya, saa

