Apa keputusan aku ini sudah benar?

1799 Kata

Pagi-pagi, saat semua orang belum bangun dari tidurnya. Rain sudah bangun terlebih dahulu. Ia ingin membuatkan sarapan pagi untuk Aira, dan tentu saja untuk semua penghuni rumah itu. Rain ingin menarik simpati Aira sedikit demi sedikit. Fani mengeliat, ia lalu memeluk Aira bagaikan guling besar. “Fan! Lepas!” teriak Aira. Fani membuka kedua matanya secara perlahan, “apaan sih, Ra? Pagi-pagi udah teriak-teriak!” “Makanya kalau tidur itu biasa aja kali, nggak usah peluk-peluk segala! Memangnya aku guling kamu apa?” Fani menyengir kuda, “coba kalau Om Rain yang meluk kamu? kamu nggak bakalan bersikap galak kayak gini. Kamu malah akan semakin memeluk Om Rain dengan sangat erat,” godanya. Aira hanya diam. Sudah lama sekali aku nggak tidur sambil dipeluk sama Om Rain. Aku sangat merinduk

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN