Fani yang mendengar ada keributan antara Bagas dan Sam, langsung bergegas menghampiri. Ia tidak menyangka, Bagas berani beradu jotos dengan orang yang lebih tua darinya. “Gas, hentikan!” teriak Fani sambil melerai perkelahian antara Sam dan Bagas. “Minggir kamu, Fan! Kamu nggak usah ikut campur!” bentak Bagas sambil mendorong tubuh Fani. Untung Sam langsung menopang tubuh Fani, sebelum tubuh itu terjungkal ke lantai. “Terima kasih, Om.” Fani lalu melepaskan cengkraman tangannya dari kedua lengan Sam. “Gas, aku nggak menyangka kamu akan sekasar ini sama wanita,” sindir Sam. Aira melihat ada keributan, ia lalu bergegas menghampiri. Ia terkejut saat melihat wajah Sam dan Bagas yang penuh dengan luka. “Gas, ada apa dengan wajahmu?” Rain menarik tangan Aira, saat gadis itu ingin mendek

