Takdir

1696 Kata

“Rain.” Sam menepuk bahu sahabatnya yang sejak tadi hanya diam menyaksikan adegan yang ada di depan kedua matanya. “Apa kamu belum menyadari, jika kamu itu sebenarnya juga mencintai Aira? Jangan sampai kamu menyesal, jika Bagas benar-benar mengambil Aira dari kamu,” lanjutnya. “Aku nggak tau, Sam. Aku benar-benar nggak tau soal perasaan aku. Tapi, aku juga nggak bisa diam seperti ini.” Aku nggak akan membiarkan Aira pergi lagi. Aku nggak tau apa yang aku rasakan saat ini, tapi yang aku tau, aku nggak rela melihat Bagas mencium paksa Aira seperti itu. Rain lalu melangkahkan kakinya mendekati Aira dan Bagas. “Aira!” teriak Rain keras. Mendengar teriakan yang memanggil namanya, Aira langsung mendorong tubuh Bagas. Ia lalu menampar wajah Bagas. “Gas! Apa yang kamu lakukan, hah!” teriakn

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN