Rain merasakan sakit dikepalanya. Ia lalu bangun dan menyandarkan tubuhnya ke atas ranjang. “Ah! Kepalaku sangat pusing,” ucapnya sambil memegang kedua pelipisnya. “Aku haus sekali,” lanjutnya. Rain lalu mengambil segelas air putih yang ada diatas meja yang ada di sebelah ranjangnya. Ia lalu mulai meneguknya sampai habis. Entah mengapa tenggorokannya terasa begitu kering pagi ini. “Apa semalam aku mabuk lagi?” Rain lalu teringat akan apa yang terjadi di apartemen Amanda. “Amanda, aku nggak menyangka kamu tega melakukan semua itu sama aku. Selama ini aku berusaha untuk menahan diri, karena aku ingin menjagamu. Tapi, apa yang aku dapatkan. Sakit! Sakit karena harus menerima kenyataan atas pengkhianatan kamu!” Sekelebat bayangan muncul di benak Rain. “Apa itu tadi?” Bayangan yang me

