Sudah saatnya

1312 Kata

Rain menutup tubuh Aira dengan selimut. Ia lalu mengecup kening istrinya itu. “Selamat malam, Sayang. Terima kasih untuk malam ini.” Aira melingkarkan tangannya di pinggang suaminya. “Maaf ya, Om. Om pasti nggak merasa puaskan? Apalagi aku nggak bisa apa-apa dengan perutku yang sudah membuncit ini.” Rain menggelengkan kepalanya, ia lalu mengecup kening istrinya. “Om puas kok, Sayang. Justru Om yang seharusnya meminta maaf, karena telah memintamu untuk melakukannya disaat perut kamu yang semakin membesar.” “Om, sebenarnya aku kangen dengan momen-momen seperti malam ini. Tapi, karena kondisi aku saat ini, aku nggak bisa melakukannya sesering dulu lagi” ucap Aira lalu menenggelamkan wajahnya ke d**a bidang suaminya. “Sama, Sayang. Sekarang lebih baik kita tidur, kamu pasti sangat lela

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN