Aira meminta suaminya untuk memindahkan Fani ke kamar VIP. Ia tidak ingin masa pemulihan sahabatnya itu terganggu karena gangguan dari pasien lain yang juga dikunjungi oleh para keluarganya. Belum lagi, menurutnya ruangan itu terlalu sempit untuk menampung keluarga dan teman yang ingin menjenguk Fani. Rain selalu menuruti apapun permintaan istri tercintanya, karena baginya, kebahagiaan Aira adalah diatas segala-galanya. Fani dan Jay mengucapkan terima kasih atas kemurahan hati Aira dan suaminya. Begitu juga dengan kedua orang tua Fani. Mereka bersyukur, puterinya mempunyai sahabat sebaik Aira. Rain mengusap bahu Aira, “Sayang, Om keluar dulu untuk membelikan kamu makanan ya.” Aira menganggukkan kepalanya. Jay juga berpamitan dengan Fani dan kedua orang tuanya. Ia akan menemani Rain un

