Rain terlihat sangat frustasi. Sudah satu bulan ini ia mencari keberadaan Aira, tapi semuanya sia-sia. Bahkan ia sampai bertanya kepada teman kampus Aira. Tapi, mereka mengatakan jika Aira sudah tidak lagi mengikuti kelas selama beberapa minggu ini. Rain mengacak-acak rambutnya, “dimana lagi aku harus mencarinya? Dia bahkan tidak masuk kuliah. Apa Aira benar-benar ingin pergi dariku?” Terdengar suara pintu diketuk. “Masuk!” Pintu ruangan itu mulai terbuka, Sandra muncul dari balik pintu itu. Ia lalu melangkahkan kakinya masuk ke dalam ruangan Bos nya itu. “Pak, hari ini ada meeting dengan client, dan ini sudah tidak bisa ditunda lagi.” Rain menghela nafas kasar, “baiklah. Kamu siapkan semuanya.” Sandra menganggukkan kepalanya, ia lalu melangkah keluar dari ruangan itu. “Aira...dima

