Raja mau bicara sama mama, mama kapan ada waktu? Raja belum mendapat balasan apa-apa dari mama nya, perasaannya masih sama kacaunya dengan Ratu, bahkan ia jauh lebih khawatir daripada yang Ratu khawatirkan. Rasa bersalah, rasa kesal dan segala macamnya bercampur menjadi satu dalam kepala Raja. Ia menatap wajah cantik istrinya ketika wanita itu tertidur pulas, matanya sembab setelah menangis sendirian, Raja merasa bersalah karena kembali menghancurkan istrinya itu di saat-saat seperti ini. Waktu telah menunjukan pukul dua dini hari, dan Raja masih belum bisa memejamkan mata, pikirannya melayang kemana-mana, rasa bersalahnya seakan terus melarangnya untuk memejamkan mata. Ia masih menunggu pagi akan segera datang, rasanya ia tidak akan bisa mengulur waktu lebih

