Because… I never was yours. Sebenarnya Rita sudah sadar akan kehadiran putranya sejak tadi, namun ia terus menghindar, bukan karena takut namun ia merasa perdebatannya dengan Raja pasti akan selalu berakhir dengan sia-sia, seperti yang telah terjadi kemarin-kemarin. Sudah lima jam Raja menunggu mama nya keluar dari kamar, tubuhnya sudah sangat lelah menahan rasa kantuk dan lelahnya sejak kemarin, namun di satu sisi ia juga tidak bisa pulang, ia tidak mau pulang dengan tangan kosong tanpa membawa satu kesimpulan yang setidaknya bisa menenangkan dirinya. “Lo pulang aja bang, lo istirahat. Look at your face, udah kayak zombie. Lagian Ratu juga pasti nyariin lo sekarang.” Ucap Kaisar. Raja menggeleng ia kemudian menyandarkan tubuhnya di kursi “Nggak, gua gak akan

