Mala terdiam di tempat. Entah mengapa, keputusan Putri itu membuatnya begitu cemas sekali. Putri sedang hamil besar dan keadaannya sedang dalam keadaan tak baik-baik saja, dia takut apa yang akan dilakukan oleh Putri nantinya, akan berdampak buruk dengan janin itu. "Apakah keputusan mu ini sudah bulat dan tak bisa di ganggu gugat?" tanya Mala. Berusaha untuk meyakinkam Putri lagi. Putri mengangguk dengan yakin. Dia menghapus air matanya dan menatap mata Mala. Ada sebuah ambisi besar yang tersembunyi di dalam mata Putri, ambisi itu bisa saja semakin membesar seiring berjalanya waktu. Sepertinya, Putri sudah muak dengan ujian hidup yang didapatkannya. "Kalau begitu, kau bisa pergi. Kapan kau akan pergi? Hari ini atau besok?" "Besok, aku sudah memesan pesawat menuju ke Lampung. Aku

