Sarah langsung masuk ke dalam kamarnya, tak peduli jika Mala melarangnya. Wanita itu terduduk di atas sofa, melihat suasana kamar ini, lalu pandangannya jatuh kepada Mala yang tengah terdiam di tempat tanpa melakukan apapun itu. Sarah tersenyum licik. Dia mengeluarkan dokumen dari tas yang dibawanya. Melihat dokumen itu, telah berhasil membuat Mala meneguk saliva dengan kasarnya. Dia sungguh takut dan gugup sekali melihat benda tersebut. Tangannya terasa gemetar dan dia tak bisa berbuat banyak, karena takdir semakin cepat mendekatinya dan membuatnya menjadi korban. Kaki Mala melangkah, dia menuju ke tempat Sarah berada, tangannya mengambil dokumen tersebut, melihatnya secara lekat. "Aku masih memiliki banyak waktu," ucap Mala. Tatapan matanya begitu kosong sekali, memiliki seribu mac

