Tangan Mala merayap, dia mencari keberadaan Bian dengan mata yang masih tertutup, tetapi dia tak merasakan keberadaan siapapun di sampingnya. Wanita itu langsung membuka matanya, dia menengok ke samping, bahkan sampai saat ini, dia tak melihat keberadaan Bian. Dia begitu cemas saat ini. Apakah pria itu tak pulang selama selaman? Mala langsung mengambil ponselnya di atas meja, tetapi saat dia melihat ke arah cangkir di meja tersebut, isi cairan nya sudah habis. Tak ada lagi teh di sana. Siapa yang menghabiskannya? Padahal dengan jelas Mala mengingat kalau dia tak meminum teh tersebut. "Hanya Bian saja yang bisa membuka pintu itu saat dikunci." Mala mengangguk, pasti suaminya pulang malam tadi. Dia menengok ke tempat Bian tidur, dia mebemukan sebuah surat yang terlipat dengan sangat baik

