"Kau akan pulang naik apa?" Pria itu masih terus berada di samping Mala, dia tak sekalipun membiarkan Mala pergi untuk sementara waktu. Di mana dan kapanpun, Mala selalu diikuti. Sangat risih sekali, sudah beberapa kali Mala selalu menegur pria itu, tetapi apa yang didapatkan oleh nya? Rev justru terus saja menggodanya. "Naik angkot." Supir Mala baru saja menghubunginya tadi, mengatakan kalau tak bisa mengantar Mala dikarenakan mobil yang macet. Sungguh, hari yang menyebalkan. Ini baru siang hari dan dia sudah mendapatkan begitu banyak masalah. "Ayo bersama ku saja. Kau tahu, aku memiliki mobil yang mahal dan juga--- Mala tunggu aku!" Rev langsung berlari, mengejar Mala yang sudah lebih dulu berlari jauh menuju ke angkot. Angkot? Rev mulai tak yakin jika dia berada di dalam angkutan

