Terimakasih

1008 Kata

"Ini kamar ku, privasi ku yang gak bisa kau langgar. Cepat keluar dari sini!" Bian menunjuk ke arah pintu. Untuk ucapannya, dia masih terkesan baik-baik menyampaikan keinginannya. Namun, tetap saja Dewi tampak keras kepala, masih terdiam di tempat dan menyajikan makanan di atas meja. Bian menarik napasnya dengan panjang. Dia sangat tahu jika Dewi adalah orang yang keras kepala, sangat percuma dirinya tegur, karena nantinya wanita itu tak akan mendengarkan ucapannya. Bian menarik tangan Dewi dengan kasarnya, hingga wanita itu berteriak karena rasa kagetnya. "Bian, lepaskan!" Sangat sulit sekali untuk Dewi agar dia bisa terlepas dalam genggaman Bian. Apalagi, pria itu memiliki tenaga yang cukup besar, sehingga Dewi tak bisa berlaku banyak. Tubuh Dewi didorong oleh Bian, membuatnya sudah b

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN