08.00 Mala datang dan Bian belum pulang. Pria itu mungkin lembur atau ketiduran di kantornya, itulah dua kemungkinan yang Mala miliki atas alasan tak pulangnya Bian. Wanita itu sudah tak merasakan sakit lagi di perutnya, hingga saat ini dia bisa bebas bergerak, dari satu tempat ke tempat yang lainnya. Mala membuka tirai jendela kamarnya, melihat pemandangan yang ada di luar sana, sangat gelap sekali. "Ke mana pria itu? Dia bahkan tak menghubungi aku saat ini." Mala sudah menyiapkan telinganya sedari tadi, menanti saat mobil Bian datang dengan suara knlapot yang cuku keras, tetapi tetap saja tak ada satupun telepon yang masuk. Apakah dia harus menghubungi Siska atau Alex? Mereka lah yang ada di samping Bian saat sedang jam kerja. Wanita itu mengambil ponselnya, mencari-cari nomor Alex

