Mall

1008 Kata

"Maaf." Mala langsung menengok. Dia mengedipkan matanya secara berulang-ulang dan masih dalam mode tak percayanya, baru saja tadi Bian mengatakan kata maaf, apakah itu bukan mimpi? Baru kali ini, dirinya mendengar Bian meminta maaf kepadanya dan membuat Mala semakin terjatuh dalam jurang itu. "Kau tak perlu minta maaf. Aku tahu, kau pasti sibuk." Mala berucap, berusaha memahami kesibukan Bian. "Ya." Bian menatap hamparan air di depannya. Seketika dia mengingat akan janjinya untuk membawa Mala menuju ke mall. "Malam ini akan ada pesta. Aku ingin mengajak mu, oleh karena itu kita harus ke mall untuk menyiapkan segalanya. Cepat ganti baju!" "Pesta?" Mala menggigit bibirnya. Tiba-tiba saja dirinya merasa gelisah saat mendengar ajakan dari Bian, dia tak ingin mengunjungi pesta, di mana bany

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN