Antara Benci dan Suka

1005 Kata

"Sudah." Mala mundur beberapa langkah, melihat hasil ikatan dasinya yang cukup rapih, wanita itu tersenyum senang. "Ayo kita makan." Mala mengajak Bian. Pria itu mengangguk. Bian yang sedang asik dengan ponselnya, tak begitu fokus dengan jalannya. Mala berinisiatif untuk mengambil tas pria itu, agar Bian lebih mudah dalam berjalan nantinya. Memasuki dapur, beberapa makanan telah tersaji di atas meja makan. Wanita itu langsung menyiapkan satu piring makanan yaitu nasi goreng untuk Bian. "Sudah dulu, Bian. Kau bisa menyelesaikan telepon mu nanti." Mala menegur. Semakin Bian bertelepon seperti tadi, dapat dipastikan oleh Mala kalau pekerjaan pria itu nantinya akan terhambat dan bisa jauh lebih lama untuk menyelesaikannya. Namun, Bian tak peduli, dia tetap melanjutkan teleponnya yang me

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN