Mala mengangkat kepalanya lagi. Dia melihat ponselnya yang baru saja berdering pelan, artinya ada pesan yang masuk. Langsung saja wanita itu menengok, melihat pesan yang dikirimkan oleh seseorang dengan nomor tak dikenal. Sangat aneh sekali. Jarang oramg menghubungi nomornya, tetapi sebisa mungkin Mala menganggap kalau pesan ini hanya salah dan salah saja. Dia membiarkannya, fokus lagi dengan pemandangan kolam renang, ada juga taman kecil di dekat kolam renang ini, membuat Mala merasa segar melihatnya. Senyum di wajah wanita itu pudar seketika. Dia merasa sangat terganggu sekali dengan terlonjak yang masuk ini, siapa yang menelponnya sejak tadi, tak sabar sekali. Mala mengangkat teleponnya dan beratanya dengan kesal, "Kau siapa? Maaf, aku tak menuliskan nama mu di ponsel ki itu artin

