Mala keluar dari kamar mandi. Matanya sembab, membentuk kantung mata hitam dan juga wajahnya terlihat pucat. Rambut dia basah oleh air, wanita itu menggunakan handuk untuk mengeringkannya. Matanya melihat Bian yang terduduk di atas ranjang. Dia merasa canggung sendiri saat ini. Pembicaraan tadi sore, telah berhasil membuat hubungan mereka memiliki sebuah jarak yang cukup jauh. Mala hanya memilih untuk diam. Dia mengambil teh hangat dan meneguknya hingga habis. Wanita itu menengok ke arah jam. 18.45 Perutnya terasa sangat lapar sekali saat ini. Dia ingin makan sesuatu, tetapi matanya terasa berat dan ingin cepat-cepat tertidur. Wanita itu menjatuhkan tubuhnya di atas ranjang, dia tidur dengan memunggungi Bian, enggan melihat pria itu. Tangan Mala mencengkam dengan kuatnya selimut di

