Lucky Me 28

894 Kata

"Jangan membohongi hati kamu, adek. Harus jujur biar bisa bahagia. Kalau kamu belum jujur sama diri kamu sendiri, percaya sama abang kalau kamu gak bakalan bahagia. Gak ada kok yang akan lebih bahagia selain diri kamu sendiri kalau kamu bisa jujur sama hati kamu. Trust me!" Bang Marvin menasehatiku. Nahkan. Bang Marvin gak mungkin bilang aku harus ambil keputusan gimana. Ini yang aku suka dari abang yang paling aku sayang. Ya iyalah paling aku sayang, wong cuma satu. "Makasi ya, Bang. Adek harus berani ya. Gak boleh takut-takut kayak sekarang. Biar gak galau-galau." kataku. "Solat istikharah lebih enak, dek. Biar kamu benar-benar yakin. Allah pasti lebih ngasi liat kamu sesuatu yang terbaik. Gak mungkin salah kalau Dia udah berperan. Kalau abang cuma tau dari luar aja. Yang bisa abang

Cerita bagus bermula dari sini

Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN