Kak Leon menatap mataku dengan lembut. Aku merasakan kerinduan di sana. Tapi entahlah. Itu mungkin hanya perasaanku saja. Tiba-tiba Kak Leon berlutut. Aku yang masih kaget setengah gengsi lumayan tambah kaget dengan apa yang dilakukan Pranaja muda ini. "Ponsel kamu." katanya kemudian. Aku mengambil ponselku darinya. Ternyata dia hanya ingin membantu mengambilkan ponselku yang terjatuh. Ada sedikit rasa malu karena aku tadi sudah salah sangka dengan perlakuan Kak Leon. "Makasih." akhirnya hanya satu kata itu yang dapat aku keluarkan. "Aku mau bicara sama kamu berdua besok. Besok siap-siap aku jemput di rumah habis dzuhur." katanya lembut namun ada tersirat ketegasan dalam kalimat-kalimat tersebut. "Sa, pulang sama aku atau sama papa?" tanya Rico yang datang menghampiriku. "Kamu a

