Seperti kata mama tadi, malam harinya kami sekeluarga di ajak makan malam bersama keluarga Pranaja. Mereka memesan restauran mewah di kotaku. Tidak banyak pilihan jika kalian bukan berada di ibu kota. Hanya ada dua restauran mewah di kota ini. Salah satunya adalah restauran yang kami datangi sekarang. Aku merasa seperti sangat di hormati begitu Bang Marvin mengatakan kami diundang oleh Bapak Ghazali. Kami berlima, iya berlima karena si Rico sahabat ter-dabest-nya Carissa diundang juga oleh Nyonya Pranaja untuk bergabung dalam makan malam ini, melangkahkan kaki ke ruangan yang telah dipesan. Seingetku, aku hanya pernah masuk dua kali ke restauran ini. Pertama ketika lulus SMA bersama teman segengku termasuk Rico dan yang ke dua ketika mau berangkat kuliah ke ibukota. Ketika sampai

