Cukup didekatnya
aku pasti bahagia
~Ghazam Atharrazka Haddad
Malam ini kalea harus begadang menyelesaikan proposal yang besok harus sudah jadi, meskipun atha mewanti-wanti dirinya agar tidak begadang namun tetap saja ia nekat begadang, pernah dulu sekali proposal yang lea kerjakan tidak menepati deadline yang seharusnya sehingga atha yang kena omel oleh pembina osis.
Bukan salah lea karena salah per sie yang telat mengirimkan data, sudah diingatkan jawabannya nanti-nanti kalau sudah mepet seperti ini baru mereka mengirim data memangnya mereka pikir mengerjakan proposal satu jam selesai? huh karena sudah terbiasa dengan sifat temannya yang ngaret lea jadi malas mengingatkan agar mereka mengirim data apa saja yang dibutuhkan saat kegiatan nanti.
Jadi setiap ada acara pasti akan dibagi per sie, nah sie itu nanti ada beberapa tugas misalkan sie acara tugasnya menyusun acara, mamastikan kegiatan berlangsung sesuai jadwal lalu sie keamanan menjaga agar kegiatan aman tidak ada keributan lalu sie perlengkapan tugasnya menyiapkan semua perlengkapan yang dibutuhkan, ada juga sie humas yang bagian wura-wiri, terus sie kesekretariatan tugasnya ngeprint rondown atau jadwal sususan acara, bagi undangan ke guru, karyawan, waka, kepsek ada juga sie dokumentasi yang selalu pegang kamera untuk mefoto semua kegiatan, ada sie dekorasi jika kegiatan membutuhkan hiasan atau dekorasi.
Sebenarnya tugas lea enak sih paling cuma buat proposal sama buat lpj atau laporan pertanggungjawaban dan mengabsen saat acara berlangsung namun capek juga kalau nggak dicicil seperti sekarang.
"Lea kok belum tidur sayang?" tanya bundanya yang melihat putrinya masih asik dimeja belajar.
"Ngejar deadline bunda, besok harus udah maju ke kepsek" jawabnya tanpa mengalihkan pandangannya dari layar laptopnya.
"Yaudah kalau udah ngantuk nggak usah dipaksain ya, nanti bunda suruh bibi buatin kopi s**u sekalian sama ayah"
"Iya bunda, sama tolong sekalian camilan yang kemarin beli di bali ya bun"
"Iya" lalu bundanya berlalu keluar dari kamarnya.
Tak terasa jam sudah menunjukkan pukul 01:00 pagi, badan lea sedikit pegal namun proposalnya masih belum selesai. Masih ada sedikit lagi semangat lea batinnya, sambil istirahat lea menghidupkan wifi di hpnya karena sedari tadi ia matikan.
Baru saja ia menghidupkan wifi di hpnya banyak sekali notifikasi yang masuk di hpnya. Terutama dari kekasihnya yang sudah membrondong pesan.
from razka
sayang kamu begadang ya?
Nggak usah begadang awas aja kalau besok ngantuk pas rapat.
sayang kok nggak online.
Kamu masih ngerjain proposal ya?
p
p
sayanggg
Ternyata nunggu itu nggak enak ya yang.
sayang udah tidur?
Baru saja ia akan membalas pesan namun atha sudah menelpon.
"Aku baru selesai ngerjain proposal ini mau tidur, ngomelnya besok aja" kata lea langsung mematikan sambungan telponnya dan mematikan hpnya.
Habis sholat subuh tadi lea akhirnya tertidur lagi, selesai membersihkan badannya yang hanya cuci muka dan sikat gigi ia bergegas turun ke bawah.
Di meja makan lea hanya melihat bibi yang sedang membersihkan sisa piring kotor, kemana ayah dan bunda pikirnya.
"Bi bunda sama ayah kemana? lhoh ini kok piring kotornya ada tiga emang siapa aja?" Heran lea karena dirumah ini hanya ada ayah, bunda dan dia.
"Tadi den atha ikut sarapan, sekarang lagi futsal sama bapak non kalau ibu lagi ngoven bolu di dapur bersih" memang dapur dirumah lea ada dua dapur satu untuk masak makanan yang berat satu lagi khusus untuk membuat kue.
"Yaudah lea sarapan bolunya bunda aja deh, aku nyusul ke belakang ya bi" teriak lea sambil membawa coklat panas yang tadi ia buat dan sebotol air putih.
Begitu di belakang rumah yang terdapat lapangan futsal kadang juga sering buat main basket dan badmintoon ayahnya ia langsung disuguhi pemandangan yang menggoda iman. Gimana tidak pacarnya yang penuh keringat sedang berlari mengejar bola namun malah terlihat berkali kali lipat lebih tampan.

Lea langsung duduk di bangku kecil yang memang sengaja disiapkan, dirinya memandang kedua lelaki yang dicintainya.
"Yeayyy atha menangggg" teriak lea begitu melihat atha menang, sedangkan ayahnya kepinggir lapangan dengan wajah tertekuk.
"Minuman buat aku yang?" tanya atha yang diangguki lea.
"Buat ayah mana?" tanya ayahnya
"Minta sama bunda kan aku cuma bawa satu jadi buat pacarku aja hehe" jawab lea tanpa dosa.
"Dasar durhaka kamu sama ayah, harusnya pacar kamu nggak usah dikasih minum dia kan masih muda masih kuat fisiknya"
"Ini bunda bawain minum sama bolu" kata bundanya yang baru saja datang.
"Aku minta bolunya bun" kata lea hendak mengambil satu namun bolu itu langsung dijauhkan ayahnya.
"Nggak boleh ini buat ayah, bunda kan cuma buat satu loyang brarti ya buat ayah aja" kata ayahnya langsung melahab sepotong bolu coklat yang terlihat menggiurkan.
"Bundaaaa"
"Ayah ih sama anak sendiri" kata bundanya yang melihat kelakuan sang suami.
"Bencanda sayang, nih ayah taruh lagi ayah nggak setega kamu kok" sindir ayahnya.
"Gimana enak nggak ta?" tanya bunda lea pada atha yang tengah memakan sepotong bolu buatannya.
"Selalu enak dong bun" jawab atha.
Atha mengalihkan pandangannya kewajah sang kekasih yang baru bangun tidur, walapun begitu lea tetap cantik bahkan sangat cantik menurut atha.

"Ngapain sih ngeliatin aku terus" kata lea cemberut, sejujurnya ia gugup kalau ditatap begitu apalagi atha yang menatapnya, jantungnya tidak bisa diajak kompromi sedari tadi.
"Nggak boleh ngeliatin pacarnya sendiri?" bukannya menjawab atha malah balik bertanya.
"Tha nanti kalau berangkat rapat turunin di perempatan seperti biasanya aja ya" kata lea membuat sang kekasih mengalihkan pandangannya dari ponsel.
Mengerti jika atha ingin protes lea segera melanjutkan kalimatnya.
"Anak-anak udah pada curiga sama kita, aku nggak mau mereka nanti berpikiran macam-macam lagi" kata lea lagi.
"Biarin mereka tau kalau kita pacaran aja" jawab atha cuek.
"Aku belum siap tha, kamu tuh pangeran satu sekolahan tauk nanti pasti bakalan aneh yang lebih parah lagi kalau aku dibully gimana?"
"Aku yang bakal lindungin kamu"
"Aku belum siap athaa, plis kita udah bahas ini. Tunggu saat yang tepat nanti kita publish hubungan kita di hadapan orang" namun sepertinya atha belum luluh membuat lea mengeluarkan jurus jitunya "Sayang, plis ya lagian kita nyaman kayak gini kan"
Menghembuskan nafasnya kasar atha lalu menarik lea kedalam pelukannya untuk meredakan emosinya.
"Kalau kayak gini aku nggak bisa nolak le" ujar atha masih sambil memeluk lea sedangkan lea sudah melingkarkan tangannya ke pinggang atha dan menyenderkan kepalanya di d**a bidang atha, walaupun tadi atha berkeringat namun bau tubuh lelaki itu tetap wangi perpaduan keringat dan parfum yang digunakan membuat lea nyaman.
"Jadi begini kelakuan kalian berdua kalau ayah sama bunda nggak ada ya" ujar sebuah suara membuat mereka kaget.
Plakkk
Timpukan keras di lengan atha membuat cowok itu sedikit meringis.
"Ayahhh, kenapa athanya di pukul" kata lea tak terima.
"Salah sendiri dia meluk anak gadis ayah sembarangan, untung ayah tau. Kalau besok ayah ke kantor awas aja ya kamu main meluk sembarangan anak orang" ujar ayahnya becanda.
"Huaaa bundaaa ayah mukulin pacar aku" teriak lea yang melihat ayahnya hendak memukul atha lagi ya walaupun hanya menggoda lea.
Mendengar suara keributan membuat Nana, ibunda lea mendekat.
"Ayah kamu ngapain sih usil banget" marah bundanya, sebenarnya sedari tadi mereka sudah melihat lea dan atha namun karen jiwa usil ayahnya muncul, ia pura-pura marah saja.
"Sayang aku ngakpapa kamu nggak usah cemberut gitu nanti cantiknya ilang lhoh" kata atha menenangkan lea, sedangkan ayahnya sudah kabur takut kena omel istrinya lagi.